Kalaksa BPBD Sulteng Buka Seminar Kurikulum Pendidikan Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal
bpbdppid | 29 Oktober 2026 | Dibaca 29 kali | OPERATOR 1

Palu, 29 Oktober 2026 – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., secara resmi membuka Seminar Awal Penyusunan Dokumen Kajian Kurikulum Pendidikan Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal Sulawesi Tengah, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan berlangsung di Gedung Pertemuan SLB Adjerni Sunusi, Jalan Hasanudin Toto, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Seminar ini menjadi langkah awal dalam merumuskan dokumen kajian kurikulum pendidikan kebencanaan yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sulawesi Tengah. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan pendidikan dengan tetap menghargai pengetahuan tradisional yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam sambutan pembukaannya, Kalaksa BPBD Sulteng menekankan pentingnya penyusunan kurikulum yang tidak hanya berbasis pengetahuan ilmiah modern, tetapi juga menggali dan memperkuat kearifan lokal yang telah teruji dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah ini.

“Sulawesi Tengah memiliki kekayaan kearifan lokal yang sangat berharga dalam menghadapi bencana. Melalui penyusunan dokumen kajian kurikulum ini, kita ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya paham tentang mitigasi dan kesiapsiagaan, tetapi juga mampu menjaga serta menerapkan nilai-nilai lokal yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita,” ujar Asbudianto.

Kegiatan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan instansi pemerintah, akademisi, praktisi pendidikan, serta unsur terkait lainnya. Acara dilanjutkan dengan pembahasan substansi penyusunan dokumen kajian kurikulum yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengintegrasian pendidikan kebencanaan di satuan pendidikan di Sulawesi Tengah.

Melalui seminar awal ini, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan formal yang adaptif terhadap karakteristik wilayah dan budaya lokal, sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.

BAGIKAN :