Home Headline Kekeringan Yang Melanda 3 Kecamatan Di Kabupaten Banggai Kepulauan

Kekeringan Yang Melanda 3 Kecamatan Di Kabupaten Banggai Kepulauan

102
0
SHARE
Kekeringan Yang Melanda 3 Kecamatan Di Kabupaten Banggai Kepulauan

Keterangan Gambar : Proses suplai air di beberapa daerah yang terdampak kekeringan

Pusdatin_PB - Krisis air bersih masih melanda di 3 Kecamatan pada Kabupaten Banggai Kepulauan. Kecamatan tersebut antara lain Kec. Bulagi Selatan, Bulagi Utara dan Bulagi Induk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bartholomeus Tandigala menegaskan bawah  masih terdapat Sebanyak ±1500 lebih KK yang masih terkena dampak kekeringan, kekeringan tersebut  terbagi di 3 (tiga) Kecamatan yakni Kec. Bulagi Selatan, Bulagi Utara dan Bulagi Induk” .

Sejauh ini, dari hasil pendataan (TRC) Tim Reaksi Cepat, ada sebanyak ±700 KK masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di masing-masing setiap kecamatan tersebut.

Adapun untuk tahap penyaluran air bersih yang telah dilakukan dibagi menjadi 4 Tahap, yang disalurkan pada warga di setiap kecamatan yang membutuhkan air bersih.

Pada Tahap I penyaluran  air bersih yang disalurkan di Kec. Bulagi Selatan sebanyak ±360ribu Liter, air bersih ini disalurkan pada setiap rumah-rumah warga yang mengalami dampak kekeringan, diketahui pada kecamatan Bulagi Selatan terdapak 363 KK yang mengalami dampak kekeringan.

Kemudian Pada tahap II sebanyak ±3750ribu Liter air bersih yang disalurkan pada Kecamatan Bulagi dan Bulagi Utara diketahui bawah krisis air bersih dialami ±720 KK pada dua kecamatan ini.

Pada Tahap III dilakukan pada Kecamatan Bulagi Selatan dan Bulagi induk sebanyak ±450ribu Liter air bersih.

Kemudian Pada tahap IV dilakukan pada Kec. Bulagi dan Bulagi Utara terhitung sebanyak ±450 KK dan air yang disalurkan sebanyak ±480rb Liter.

Data ini diambil berdasarkan dari laporan Unit TRC BPBD Sulteng yang langsung menyuplai air disetiap daerah yang terdampak.

Tim Reaksi Cepat BPBD Prov. Sulteng mengungkapkan “rata-rata setiap hari bisa menyuplai air bersih sebanyak 69 ribu liter ke masing - masing kecamatan”.

“Kekeringan ini diakibatkan karena musim kemarau panjang yang kemudian berpengaruh terhadap debit sumber mata air di daerah tersebut, dan juga ada beberapa daerah yang sumber airnya terasa asin di karenakan wilayah tersebut berada di pesisir pantai” ucap Unit TRC BPBD Sulteng.

Selain itu masyarakat di daerah kekeringan juga diharapkan bijak menggunakan air. Di musim kemarau panjang masyarakat yang mendapat suplai air adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari